[rank_math_breadcrumb]

Mari Berwisata Sejarah Bersama Pantai Waisisil

| |

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keindahan alam dan kekayaan situs sejarahnya. Indonesia juga merupakan negara tropis sehingga kekayaan alam sangatlah melimpah. Akibat melimpahnya kekayaan alam ini, pada zaman dahulu bangsa asing saling berebut untuk menguasai dan mengambil sumber daya alam Indonesia.

Penjajahan demi penjajahan yang terjadi di Indonesia dahulu telah menjadi cerita dan masih berbekas dalam wujud memori kolektif. Banyak sekali tempat bersejarah bernuansa alam salah satunya adalah Pantai Waisisil

Pantai Waisisil

Pantai ini merupakan salah satu pantai yang memiliki panorama pasir putih dan tumbuhan bakau. Pantai ini terletak d teluk sisi Selatan Pulau Saparua. Waisisil sendiri merupakan sebuah tempat yang letaknya di antara negeri Paperu dan negeri Tiouw.

Seperti pantai – pantai yang lain, panti satu ini juga terkenal akan indahnya sunset, jadi sangat cocok bagi kalian pemburu sunset untuk datang ke pantai ini. Selain terkenal akan keindahannya, pantai ini juga terkenal akan sejarahnya. Untuk lebih lanjutnya lagi simaklah hal di bawah ini.

Sejarah Singkat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pantai ini terletak di pulau Saparua dan yang menarik dari pantai ini adalah terdapat sebuah tugu yang tak memiliki nama. Akan tetapi orang sekitar sangat yakin bahwa adanya tugu tak bernama ini menandakan bahwa pada zaman dahulu memang dibangun pelabuhan di tempat ini.

Pada zaman dahulu pantai ini merupakan pantai yang berfungsi sebagai pelabuhan. Pelabuhan ini digunakan sebagai bandar dan transit oleh bangsa Arab, China, Portugis dan rakyat Maluku sendiri. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pada zaman dahulu Indonesia terkenal akan kekayaan rempah – rempah sehingga bangsa asing tertarik dengan nusantara.

Pulau Saparua sendiri merupakan sebuah kepulauan yang terkenal akan pala dan cengkih. Maka dari itu sangat tepat sasaran apabila daerah ini dibangun sebuah pelabuhan. Dikarenakan menjadi pusat rempah – rempah, Pulau Saparua juga dijadikan sebagai pusat pemerintahan VOC. Tujuannya adalah agar dapat dengan mudah melakukan monopoli rempah – rempah.

Kaitannya dengan Kapiten Pattimura

Selain ada sebuah tugu tak bernama, di sini juga terdapat sebuah situs terkenal yang bernama situs Waisisil. Situs ini dibangun sebagai tanda bahwa tempat ini dulunya merupakan tempat bersejarah. Kenapa bersejarah? Karena pada zaman dahulu tempat ini menjadi saksi bisu perlawanan Kapiten Pattimura yang dibantu oleh Thomas Matulessy bersama pasukan pribuminya melawan Belanda.

Tepat pada bulan Maret 1817 bangsa Belanda menduduki Pulau Saparua dan pada bulan Mei 1817 pasukan pribumi yang dipimpin oleh Kapiten Pattimura mengadakan rapat untuk melakukan penyerangan. Penyerangan pun dilakukan ke Benteng Duurstede dan mengakibatkan terbunuhnya keluarga Residen Ven Denburg. Melihat ini Belanda ingin melakukan balas dendam. Kemudian pada 20 Mei 1817 Belanda melakukan serangan balas dendam dan menyerang Waisisil dan akhir dari penyerangan tersebut adalah terbunuhnya 200 tentara Belanda.

Serangan dilakukan lagi pada 26 Mei 1817 di Hatwano dan akhirnya juga sama yaitu Belanda mengalami kekalahan. Namun pada 3 Agustus 1817 Belanda mendapatkan informasi tak – tik pribumi dan berhasil menduduki Benteng Duurstede. Benteng Duurstede dapat diduduki karena rakyat pribumi bersama Kapiten Pattimura dan Christina Martha Tijahahu ditangkap. Pada akhirnya untuk mengenang peristiwa tersebut dibangunlah situs Waisisil yang di dalamnya terdapat sebuah monumen.

Pantai Waisisil dengan segala cerita di dalamnya harus senantiasa dijaga oleh kita bangsa Indonesia.

Bagikan:
Previous

Pesona Pantai Tersembunyi, Pantai Batu Belat, Kalimantan Barat

Pesona Keindahan Pantai Lasiana Nusa Tengara Timur

Next

Leave a Comment