Wisata Religi Yang Penuh Dengan Sejarah Di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

| |

Masjid Raya Baiturrahman, Aceh terletak di kecamatan Baiturrahman, Aceh. Bangunan Masjid ini ialah simbol agama, semangat, kekuatan, budaya sekaligus nasionalisme rakyat Aceh. Menjadi ikon wisata di provinsi Aceh, rupanya Masjid besar ini tidak hanya sekedar dikenal sebagai objek wisata religi semata.

Pasalnya, di tahun 2004 lalu kota tersebut tengah diterjang tsunami yang sangat besar. Masjid ini tetap berdiri kokoh, sementara bangunan lainnya sudah luluh lantak. Semenjak itulah, Masjid ini ramai diperbincangkan. Bahkan menarik perhatian untuk dikunjungi.

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke ujung pulau Sumatra kalau tidak mampir ke Masjid raya Baiturrahman. Apalagi, untuk menjangkau lokasi ini sangat mudah. Cukup sembilan menit dengan jalan kaki dari kantor wali kota Banda Aceh atau tiga menit menggunakan kendaraan bermotor. Strategis sekali, bukan?

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman, Aceh Dari Masa Ke Masa

Tepat pada tahun 1612 lalu, Masjid besar ini dibangun dengan indah. Kemudian di abad ke-18 dinyatakan sebagai salah satu bangunan termegah kala itu. Termasuk salah satu bangunan yang selamat dari hantaman tsunami di tahun 2004 lalu. Sekarang, Masjid ini masih menjadi landmark dari kota Aceh dan memiliki fasilitas yang lengkap untuk beribadah.

Mampu menampung hingga 24 ribu jamaah, Masjid megah ini sudah dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang. Sehingga para jamaah maupun pengunjung lain dapat terbantu ketika mendatangi tempat ini. Sekalipun begitu, kita tak boleh mengabaikan bahwa bangunan tersebut sebagai tempat ibadah ya.

Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman pict by: scmedia.id

Arsitektur Dari Berbagai Negara Yang Menarik Perhatian

Jika dilihat dari segi arsitekturnya, Masjid Baiturrahman tertata dengan gaya khas dari beberapa negara. Misalnya saja, pada ruang utama Masjid yang mengusung gaya India kuno. Sedangkan bagian serambi di depan pintu utama tampak seperti arsitektur Masjid di negara Spanyol. Kemudian untuk bagian gerbang utamanya khas dengan gaya arsitek klasik Belanda. Menarik sekali, bukan?

Di bagian pelataran dipenuhi dengan keramik putih dari marmer, yang membuat suasana terasa lebih sejuk. Mengingat bahan marmer tidak menyerap panas, sehingga sangat nyaman.  Tidak hanya bagian lantai, bagian tangganya pun dari marmer. Sementara, ada beberapa buah jendela kaca yang berada di bagian atas. Ada juga lampu hias dinding, batu-batuan yang berasal dari negara Belanda serta pintu kayu yang sudah didekorasi.

Terlihat pada bagian depan terdapat lima kubah berwarna hitam yang menambah nilai keunikan dari Masjid ini. Kemudian, ada juga 12 buah payung berukuran besar yang telah dipasang dengan baik. Sehingga saat siang datang, suasana di sekitar luar pun tidak begitu panas.

Sejarah Berdirinya Masjid Raya Baiturrahman

Kisah dari Masjid besar Baiturrahman ini sangat erat dengan sejarah dari masa ke masa. Sekalipun pada tahun 2004 lalu pernah kokoh melawan musibah tsunami, tapi sebetulnya pernah terbakar habis di tahun 1873. Wow? Bagaimana bisa?

Waktu itu, bangunan ini dipilih sebagai tempat pertahanan rakyat Aceh untuk melawan Belanda. Hingga terjadilah pembakaran di Masjid tersebut. Kemudian, 6 tahun kemudian, Masjid itu pun dibangun kembali sekitar tahun 1879.

Sebelumnya, Masjid Baiturrahman ini dibangun pada tahun 1607-1636 pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Sampai sekarang, kamu bisa menjumpai betapa megahnya Masjid Raya ini. Serta dikelilingi oleh taman yang ditumbuhi pohon kurma. Mengesankan, sekali bukan? Tak heran jika itu membuat keindahan dari Masjid Raya Baiturrahman, Aceh tidak pernah habis dari ujung ke ujung.

Bagikan:
Previous

Menikmati Warna-Warni Pantai Tiga Warna, Malang

Mengintip Eloknya Danau Tahai, Kalimantan Tengah

Next

Leave a Comment