Alasan Mengapa Kamu Harus Berlibur ke Wisata Alam Taman Nasional Tangkoko

| |

Wisata alam Taman Nasional Tangkoko ini terletak di daerah Bitung Utara, Batuputih Atas, Ranowulu, kota Bitung, Sulawesi Utara. Daerah ini terletak sekitar 60 km dari kota Manado.

Taman Nasional Tangkoko ini terbilang cukup berbeda dengan taman nasional yang ada di Indonesia lainnya, karena destinasi wisata yang satu ini merupakan tempat hidup berbagai satwa yang termasuk dalam 47 hewan endemik yang dilindungi. Jadi, bagi kamu-kamu yang menyukai dunia hewan, Taman Nasional Tangkoko adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berlibur.

Salah satu satwa endemik andalan tempat ini adalah Tarsius yang merupakan mamalia terkecil di dunia dan endemik Sulawesi Utara. Selain itu, Tarsius ini sendiri adalah monyet kecil yang memiliki ukuran seperti tikus yang berekor panjang.

Taman Nasional Tangkoko memiliki luas hingga mencapai 8.718 hektar dengan keindahan alam yang sangat indah, sehingga buat kamu yang merasa pikirannya sedang suntuk, kamu bisa meluangkan waktumu sejenak untuk berlibur ke tempat ini dan sepulang kamu berlibur maka pikiranmu akan segar kembali.

Fakta unik mengenai Tarsius, hewan andalan wisata alam Taman Nasional Tangkoko

Fakta unik mengenai Tarsius, hewan andalan wisata alam Taman Nasional Tangkoko
Tarsius Spectrum – Img by @travorama

Seperti yang sudah disebutkan di paragraf sebelumnya, Tarsius adalah seekor monyet kecil yang seukuran tikus namun memiliki ekor yang panjang. Tarsius memiliki nama latin, yaitu Tarcius Spectrum. Karena Tarsius ukurannya terbilang kecil, jadi ukurannya bisa dibilang tidak lebih dari kepalan tangan manusia.

Tarsius termasuk binatang malam atau nokturnal. Bentuk matanya bulat dan cukup besar serta akan bersinar jika tersorot cahaya dari lampu. Bahkan, ukuran besar mata Tarsius dikatakan melebihi besar volume otaknya. Keunikan lain yang dimiliki Tarsius adalah kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat.

Tarsius sering kali berlompat-lompat dengan lincah dari satu dahan ke dahan yang lain untuk menangkap seekor serangga yang merupakan makanannya. Namun, Tarsius lebih memiliki tingkat kepekaan yang tinggi di indera pendengarannya dibandingkan indera penglihatannya. Kedua telinga Tarsius akan terus bergerak untuk menangkap suara apapun itu yang ada di sekitarnya.

Seorang dosen arkeologi di Universitas Cenderawasih yang bernama Hari Suroto pernah mengatakan bahwa Tarsius berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam di sekitarnya karena Tarsius memakan serangga-serangga yang bisa dibilang musuh bagi para petani.

Meskipun ketika pertama kali kamu melihatnya mungkin kamu akan merasa takut, tapi ketika kamu mulai memberanikan diri untuk mendekatinya (tanpa menyentuhnya secara sembarangan), kamu akan bisa menemukan beberapa keunikan dan mungkin kelucuan yang dimilikinya.

Satwa lain yang tinggal dan hidup di Taman Nasional Tangkoko

Ya, memang Tarsius adalah satwa yang paling dikenal di destinasi wisata satu ini, tapi di tempat ini masih banyak lagi satwa atau hewan endemik lainnya. Apa sajakah itu?

  • Monyet hitam Yaki (Macaca Nigra)
  • Babirusa (Babbyrousa Babyrussa)
  • Anoa Gunung (Bubalus Quarlesi)
  • Musang Sulawesi (Macrogalidia Musschenbroekil)
  • Burung Rangkong Sulawesi (Rhyticeros Cassidix)
  • Maleo (Macrocephalon Maleo)
  • Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea)
  • Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops Ursinus)
  • Dan masih ada banyak lagi satwa lainnya.

Kalau kamu penasaran dengan satwa lain yang tinggal dan hidup di Taman Nasional Tangkoko, kamu bisa segera mengunjungi tempat wisata ini. Hanya dengan biaya sebesar Rp. 150.000,00, kamu bisa masuk ke Taman Nasional Tangkoko dan mendapat jasa pendampingan dari guide setempat.

Itulah alasan mengapa Taman Nasional Tangkoko termasuk salah satu destinasi wisata yang wajib kamu masukkan ke daftar tempat liburanmu. Sebab, selain dapat bertemu satwa-satwa langka, disini kamu juga bisa menghirup udara segar yang jauh dari polusi udara. Jadi, liburan di tempat ini bisa membuat pikiran suntukmu hilang seketika.

Bagikan:

Gunung Api Mahangetang, Destinasi Wisata yang Patut Dikunjungi

Next

Leave a Comment